Thursday, October 9, 2014

Tugas Bahasa Indonesia (Penalaran Karangan)

10. Paragraf analisis ekspositoris yang disusun dengan deduksi ilmiah :

Kelenjar getah bening yaitu sebuah jaringan memiliki bentuk oval di dalam tubuh yang bertindak sebagai penghasil dan penyaring cairan yang disebut sebagai getah bening yang bertugas dalam mengeluarkan sel-sel yang telah mati dan yang paling utama yaitu sebagai alat pertahanan terhadap infeksi. Kelenjar getah bening dapat mengalami gangguan dan fungsinya akan mengalami masalah bila ada penyakit masuk kedalam jaringan kelenjar getah bening dan dapat berubah menjadi kanker. Kanker adalah sekelompok penyakit yang terjadi ketika sel-sel tubuh yang tidak normal tumbuh dan menyebar dengan cepat.    Kanker kelenjar getah bening sering disebut dengan istilah limfoma. Limfoma atau Kanker kelenjar getah bening ini ialah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Kanker kelenjar getah bening ini dapat menyerang kepada siapa saja. Anak kecil saja dapat beresiko terkena kanker kelenjar getah bening. Kanker kelenjar getah bening biasanya menyerang di bagian leher, sumsum tulang, hati, perut, namun jarang sekali di bagian otak. Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker ganas yang berkaitan dengan sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh dan bertugas dalam membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker. Cairan limfatik sendiri adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Gejala awal yang dapat dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selangkangan) atau di seluruh tubuh. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri.
       Kanker Kelenjar Getah Bening dibagi menjadi 2 yang diantaranya adalah:
1. Hodgkin's adalah jenis Kanker Kelenjar Getah Bening yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa tanpa disertai rasa sakit. Jenis Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat. Resiko terkena kanker getah bening jenis Hodgkin's, adalah:
Pria dan wanita berusia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun, manusia yang mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi antibodi normal. Adapun Gejala kanker getah bening jenis Hodgkin's, adalah :
· Terjadi pembengkakan menyeluruh pada system kelenjar getah bening di Leher, ketiak, dan lipat paha (namun tidak terasa nyeri).
· Mengalami demam, berkeringat pada malam hari, nafsu makan berkurang sehingga berat badan menurun.
· Beberapa kaus menyerang dada sehingga menyebabkan gangguan pernafasan.
· Setelah berkembang, sel-sel abnormal kanker Hodgkin's akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal dalam tubuh pasien.
2. Non-Hodgkin adalah jenis kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya, dengan gejala sebagai berikut :
· Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.
· Terjadi pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya sehingga terlihat menjadi kemerahan.
· Limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, cepat lelah, dan berat badan menurun. Kanker kelenjar getah bening Non-Hodgkin lebih sering terjadi pada pria terutama berusia di atas 50 tahun, dan semakin tua usia seseorang akan semakin tinggi resiko terkena limfoma.
Jenis limfoma yang paling umum diketemukan adalah Limfoma Non-Hodgkin (LNH). LNH merupakan keganasan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel kelenjar getah bening secara tidak terkontrol. LNH dibedakan lagi menjadi tipe LNH indolen (low grade) yang berkembang secara perlahan dan LNH agresif (high grade) yang berkembang lebih cepat. Klasifikasi LNH ini membantu dokter untuk menentukan terapi yang tepat. Limfoma agresif sangat sensitif terhadap terapi sehingga memiliki potensi yang lebih besar untuk disembuhkan. Limfoma Non-Hodgkin dapat disembuhkan, jadi semakin cepat berobat, semakin besar peluang untuk sembuh.
Gejala kelenjar getah bening secara umum yaitu :
·         Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
·         Pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak
·         Pembengkakan kelenjar getah bening pada pangkal paha
Gejala kanker kelenjar getah bening :
·         Dapat timbul benjolan yang kenyal
·         Tidak terasa nyeri
·         Mudah digerakkan
·         Tidak ada tanda-tanda radang
·         Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan
·         Sering keringat malam
·         Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius.
Kadang pembesaran kelenjar getah bening di tonsil (amandel) menyebabkan gangguan menelan. Pembesaran kelenjar getah bening jauh di dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ dan menyebabkan :
·         Gangguan pernafasan
·         Berkurangnya nafsu makan
·         Sembelit berat
·         Nyeri perut
·         Pembengkakan tungkai.
Jika limfoma menyebar ke dalam darah bisa terjadi leukemia. Limfoma dan leukemia memiliki banyak kemiripan. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang, saluran pencernaan dan kulit.
Pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang; bukan pembesaran kelenjar getah bening.  Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anemia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan :
·         Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas
·         Penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
·         Penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan
Berikut ini merupakan penyebab kanker kelenjar getah bening :
·         Faktor keturunan
·         System kekebalan tubuh yang lemah
·         Toksin lingkungan atau makanan yang bayak mengadung herbisida serta pengawet makanan dan juga pewarna kimia
·         Kurangnya berolahraga
·         Minum-minuman yang mengandung alkohol
·         Kurang minum air putih
·         Merokok, serta gaya hidup yang kurang sehat.

Beberapa penyebab yang lainnya adalah :
§  Infeksi => Mekanisme pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi adalah dengan cara peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) dengan cara multiplikasi sebagai respons atas adanya zat asing ke dalam tubuh (antigen).
§  Virus => Reaksi pertahanan terhadap infeksi yang umum diakibatkan oleh virus biasanya berupa demam yang menyertai pembengkakan kelenjar getah beningnya.
§  Peradangan => Mekanisme peradangan terjadi selama infeksi kelenjar getah bening oleh zat-zat asing. Peradangan merupakan suatu bentuk sel darah putih yang mati oleh zat asing.
§  Kanker => Mekanisme penyusupan sel-sel kanker pada kelenjar getah bening juga sering menyebabkan pembengkakan. Bahkan, kelenjar getah bening yang bengkak bisa menjadi keras dan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di tempat-tempat yang lain.
§  Kanker darah => Kanker darah mungkin tidak terlihat seperti kanker biasa yang membuat kelenjar getah bening bengkak. Akan tetapi, pada kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening sangat banyak dan tidak terkontrol. Keadaan ini kita sebut sebagai limfoma atau leukemia.
Pengobatan limfoma atau kanker kelenjar getah bening bisa dilakukan dengan kemoterapi. Obat kemoterapi disuntikkan ke dalam pembuluh darah di tangan atau berupa pil yang harus ditelan. Pengobatan ini diberikan pada interval yang diatur untuk membunuh sel-sel kanker dan memungkinkan tubuh untuk pulih. Obat-obat kemoterapi akan beredar ke seluruh tubuh sehingga mencapai sel-sel kanker bahkan ketika sel-sel kanker tersebut menyebar. Terapi radiasi juga bisa dilakukan untuk Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening. Pengobatan ini terlokalisasi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel-sel limfoma baik itu di kelenjar getah bening di leher, dada dan di bawah kedua ketiak. Terapi ini juga dapat dikombinasikan dengan kemoterapi atau dilakukan sendiri. Tahap Kanker Kelenjar Getah Bening, apakah itu tumbuh lambat atau agresif menentukan jenis terapi yang diberikan untuk pengobatannya.


9. Paragraf dengan penalaran sebab-akibat, kesimpulan induktif, kesimpulan berupa perkiraan atau ramalan : 

    Malas pangkal bodoh. Mereka yang malas belajar tentu tidak akan bertambah ilmunya. Pelajar yang malas biasanya akan mendapatkan nilai yanh tidak baik. Rasa malas juga dapat membuat seseorang kehilangan sosialisasinya. Padahal ilmu pengetahuan dan lingkungan sosial adalah salah satu kunci utama untuk dapat memperoleh pekerjaan dan melangsungkan kehidupan. Karena kehilangan sarana pendukung kredibilitas dalam memperoleh pekerjaan, kemiskinan pun semakin meningkat.


8. Paragraf deduktif dengan kesimpulan inferensi, dengan pola : pendapat - analisis - dukungan/pembuktian fakta 1 - dukungan/pembuktian fakta 2 - kesimpulan inferensi :

Anak yang terlalu dimanjakan oleh orang tua akan tumbuh menjadi anak yang egois. Sifat itu tumbuh dan berkembang dalam karakter pribadi sang anak tanpa dia sadari. Perasaan yang muncul pada si anak dalah kepuasan dan kebahagian karena orangtuanya mau memenuhi keinginannya. Dimulai dari hal yang kecil seperti ketika anak menangis karena tidak ingin tidur dan orangtua malah mengijinkan untuk bermain.
Dalam hal ini anak tidak dapat disalahkan. Tentu kita tahu bahwa pada usia emaslah karakter anak terbentuk. Sehingga patut diketahui pada masa itulah orang tua harus mampu menunjukkan dengan cara yang tidak diktator tentang apa yang benar dan apa yang salah pada si anak. Memenuhi keinginan anak tidak selalu berarti menunjukkan kasih sayang. Ada kalanya malah menjerumuskan sang anak. Ketika dia meminta, orangtua memberikan, anak akan terbiasa dengan pola tersebut. Maka kelak ketika orangtua tidak memenuhi permintaan nya, maka akan timbul suatu perasaan yang berbeda atau penolakan dalam hati sang anak.
Hal tersebut biasanya timbul karena kasih sayang yang ditunjukkan dengan cara yang salah. Biasanya orangtua yang kerap memanjakan anaknya adalah orangtua yang tidak memiliki waktu yang cukup bersama sang anak. Sehingga ingin menunjukkan bahwa mereka benar benar menyayangi anaknya.
Memang tidak semua anak yang dimanjakan oleh orangtua tumbuh menjadi anak yang egois. Tetapi sebagian besar dapat dipastikan egois. Mereka terbiasa dengan keadaan yang selalu membahagiakan mereka, orangtua yang selalu memenuhi hasrat dan keinginannya, sehingga sang anak kurang bisa menerima keadaan yang sebaliknya. Karena itu sebaiknya sebagai orangtua yang selalu menginginkan yang trrbaik untuk anaknya, janganlah memanjakan sang anak berlebihan. Berikan proporsi yang tepat. Anak dengan karakter egois akan lahir dari orangtua yang terlalu memanjakan sang anak.


7. Paragraf induktif dengan kesimpulan implikasi, dengan pola : pernyataan maksud - deskripsi masalah - tujuan - cara mencapai tujuan - dukungan/kekuatan - kelemahan - alternatif - kesimpulan implikasi : 

Banyak warga warga Jakarta yang mengeluhkan tentang macet yang tiada hentinya. Tidak bisa disalahkan memang melihat panjangnya kemacetan yang harus dihadapi oleh warga setiap harinya. Tiada hari tanpa macet. Tidak sedikit juga upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan penanggulan atas macet, tetapi kemacetan ternyata belum mencapai kemajuan yang signifikan.
Segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi macet tentu akan sia sia jika tidak dibarengi dengan kesadaran oleh pelaku pelaku kemacetan itu sendiri. Hendaknya warga juga turut bekerjasama untuk bisa mengatasi macet.
Kesadaran warga bisa ditunjukkan dengan hal hal yang kelihatannya sepele, seperti saling menghargai antara pengendara umum dan pribadi, mematuhi peraturan lalu lintas dan akan lebih baik lagi jika mereka yang berkecukupan mau menyampingkan ego untuk tidak mengoperasikan beberapa mobil sekaligus dengan tidak efektif dan efisien demi kepentingan bersama. Jika setiap orang memiliki kesadaran maka kemacetan dapat diatasi.


6. 
    * Jika tekad sudah bulat, Indonesia pasti dapat memajukan industri mobil dalam negeri. Hampir semua hal dapat kita capai jika dilakukan debgan sungguh sungguh dan tekad yang bulat, begitu pun Indonesia. Industri mobil Indonesia memang sudah cukup tertinggal namun bukan berarti Indonesia pasrah dan berdiam diri saja dengan mengimport mobil dari luar. Indonesia memiliki banyak sumber daya yang berbakat, hanya saja mungkin belum difasilitasi sebagaimana sehatusnya. Dengan begitu maraknya industri mobil dari berbagai negara, Indonesia bisa belajar bagaimana melihat kondisi dan permintaan pasar. Dibutuhkan inovasi yang kreatif juga agar industri mobil tidak sepi. Dan selain itu tentu saja dukungan dari warga Indonedia sendiri. Ketika Indonesia mulai menghidupkan kembali industri mobilnya, hendaknya warga juga termotivasi untuk menggunakan produksi dari industri dalam negeri.

    ** Setiap orang berakhlak pasti antikorupsi. Hal itu disebabkan kata akhlak memiliki pengertian yang sangat luas. Seseorang dikatakan berakhlak jika dia tahu mana perbuatan yang baik dan yang buruk, memiliki kesadaran yang tinggi dalam melakukan perbuatannya dengan tekad yang kuat di dalam hati. Orang yang bermoral belum tentu berakhlak, tetapi orang yang berakhlak pasti  bermoral tinggi.  Mereka tahu persis bahwa itu adalah perbuatan buruk dan apa yang akan mereka dapatkan sebagai ganjaran ketika mereka melakukan perbuatan tersebut. Di dalam membentengi diri dari maraknya korupsi seseorang tidak cukup hanya menjadi seorang yang baik hati, bijaksana, atau bahkan memiliki kemampuan inteligensi yang tinggi tetapi dibutuhkan adalah seseorang yang berakhlak. Seseorang yang punya kesadaran dan motivasi yang kuat yang berasal dari dalam diri sendiri.


5. Paragraf induktif diakhiri dengan kalimat proposisi positif universal :

     Ketergantungan karena teknologi sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Setiap orang tidak terlepas dari kebutuhan akan teknologi terutama telepon genggam. Kini telepon genggam juga semakin bervariasi dengan harga mulai dari yang merakyat hingga yang melangit. Kita harus bersyukur atas penemuan teknologi yang luar biasa ini. Namun sisi negatif yang ditimbulkannya juga cukup banyak dan meresahkan. Seperti akses internet yang sangat mudah sekarang yang bisa diakses dengan cepat oleh siapa saja. Apapun itu, kita harus bisa mengendalikan diri dan melakukan pengawasan atas kemajuan teknolgi yang satu ini. Karena memang kini tidak mungkin melepaskan diri dari teknologi, hanya saja kita harus bisa memilah yang mana yang benar dan yang salah. Semua orang membutuhkan teknologi.


4. Paragraf tersebut merupakan :

1.     Proposisi : Empirik
2.    Penalaran : Induktif
3.    Pembuktian : Karena diawali dengan penyajian fakta yang bersifat khusus dan diakhiri dengan simpulan umum yang berupa fakta yang berlaku umum.
4.    Hasil Pembahasan : Terletak di nomor (10)
5.    Jenis kesimpulan : Implikasi


3. Jenis proposisi kalimat :

1.     Proposisi empirik.
2.    Proposisi mutlak.
3.    Proposisi empirik.
4.    Proposisi mutlak.
5.    Proposisi positif universal.
6.    Proposisi hipotetik.
7.    Proposisi kategoris.
8.    Proposisi negatif parsial.
9.    Proposisi positif parsial.
10. Proposisi negatif universal.


2. Unsur-unsur yang membentuk sebuah penalaran : 

1.     Topik.
2.    Dasar pemikiran.
3.    Proses berpikir ilmiah.
4.    Logika.
5.    Sistematika.
6.    Permasalahn.
7.    Variabel.
8.    Analisis (pembahasan, penguraian).
9.    Pembuktian (argumentasi).
10. Hasil.
11.  Kesimpulan.


1. Pengertian penalaran karangan ada beberapa, yaitu :

1.     Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
2.    Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
3.    Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
4.    Dalam karangan terdiri dua variabel atau lebih.

Monday, June 30, 2014

Bekerjasama Dalam Team (Kelompok) Atau Teamwork

1. Pengertian dan Karakteristik Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi.

Sifat atau Karakteristik Kelompok
Suatu kelompok adalah sejumlah orang yang saling berhubungan antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.

Karakteristik Kelompok
1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik   secara verbalmaupun non verbal.
2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu     sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

2. Tahapan Pembentukan Kelompok
Ada lima tahap pembentukan kelompok, yaitu :
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

3. Kekuatan Teamwork
Teamwork bisa diartikan kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Segala kekurangan dan kelebihan para individu dapat saling menunjang dalam pencapaian sasaran dengan rasa tanggung jawab. Keselarasan dan kesinambungan yang diharapkan oleh setiap anggota dalam pemberian sepenuhnya dari apa yang dimiliki, dari pemikiran-pemikiran yang positif dan saran-saran yang masuk akal.
Dalam mewujudkan komitmen harus semua pihak berlapang dada dalam menjalankan secara bersama tanpa saling mengalahkan. Kebersamaan akan mempercepat timbulnya teamwork.

4. Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada prosesmanagement team.


DAFTAR PUSTAKA

S. Ruky. Achmad. 2002. Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nasrul. Effendy, Drs. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.
NN. Psikologi. Erlangga
ikma10fkmua.files.wordpress.com/2013/05/pop-kel-4-team-work.docx
http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-karakteristik-kelompok.html

Thursday, May 15, 2014

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


1.     Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan
Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.
Para pakar manajemen telah banyak mengemukakan pendapatnya tentang definisi pengambilan keputusan dalam konteks manajemen. Robins (1997:236) berpendapat bahwa “decision making is which on choses between two or more alternatif”. Berdasarkan pendapat diatas, dapat dipahami bahwa hakikat pengambilan keputusan ialah memilih dua alternatif atau lebih untuk melakukan suatu tindakan tertentu baik secara pribadi maupun kelompok.
            Suatu putusan ialah proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan alternatif yang mungkin (Sutisna, 1985:149). Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah.

Dasar–Dasar Pengambilan Keputusan
            Ada beberapa dasar pengambilan keputusan menurut George R. Terry, yaitu sebagai berikut :
1.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi.
Suatu proses bawah sadar atau tidak sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi.
2.      Pengambilan Keputusan Rasional.
Keputusan yg dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, kon-sisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.
3.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta.
Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dpt menerima keputusan-keputusan yang dapat dibuat dengan rela dan lapang dada.
4.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman.
Pengalaman seseorang dapat mempekirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.  Karena pengalaman, seseorang yang menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat sepintas saja mungkin sudah dapat menduga cara penyelesaiannya.
5.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang.
Biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya.


2.     Jenis-Jenis Keputusan Organisasi
Ada beberapa jenis keputusan organisasi, yaitu :
Ø  Programmed Decision
Masalah          : Banyak, berulang, rutin. Kepastian adanya hubungan sebab – akibat.
Prosedur        : Tergantung pada kebijakan, aturan dan prosedur yang jelas.
Contoh :
·         Perusahaan : Pemesanan persediaan periodik.
·         Universitas : Kenaikan angka kredit jabatan.
·         Pemerintah Rumah Sakit : Prosedur pendaftaran pasien, sistem gaji untuk promosi karyawan.

Ø  Nonprogrammed Decision
Masalah : Baru, tidak terstruktur, ketidakpastian adanya hubungan sebab-akibat.
Prosedur : Butuh kreativitas, intuisi, toleransi,  pemecahan masalah secara kreatif.
Contoh :
·         Perusahaan : Diversifikasi produk & pasar baru.
·         Universitas : Pembangunan fasilitas kelas baru.
·      Pemerintah Rumah Sakit : Pembelian alat laboartorium, reorganisasi pada pemerintahan daerah.

Tipe keputusan lain ada dua tipe, yaitu :
1.      Atas dorongan pencapaian tujuan.
2.      Atas tarikan dari tuntutan lingkungan.


3.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Ada beberapa faktor :
·         Keadaan internal organisasi.
a. Dana yg tersedia.
b. Keadaan sumberdaya manusia.
c. Kemampuan karyawan.
d. Kelengkapan dari perlatan organisasi.
e. Struktur organisasi.
·    Keadaan eksternal organisasi, meliputi keadaan ekonomi, sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, dan sebagainya.
·       Tersedianya informasi yang diperlukan.
·  Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan, meliputi penilaiannya, kebutuhannya, intelegensinya, keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya.


4.     Implikasi Manajerial
Tindakan pengambil keputusan dalam menangani suatu masalah sesuai dengan prosedur yang ada untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, setiap elemen SDM dalam suatu organisasi atau perusahaan sangat penting untuk bertangguang jawab dengan pekerjaan masing-masing agar mencapai tujuan bersama. Banyak faktor dalam pengambilan keputusan yaitu sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapai saat itu. Namun, pengambilan keputusan harus tetap memikirkan kebaikan bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Syafaruddin. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. Jakarta.
ayutifanikartika.files.wordpress.com/.../10-proses-pengambilan-keputusan.pptx
http://imansoenhadji.files.wordpress.com/2010/09/handout-tpk-iman.pdf
http://eprints.undip.ac.id/5787/1/Pengambilan_Keputusan_-_AYUN_SRIATMI.pdf
Syamsi, Ibnu. Pengambilan Keputusan (Decision Making). Jakarta : Bina Aksara. 1989

Wednesday, April 16, 2014

KEPEMIMPINAN


Arti Penting Kepemimpinan
Kepemimpinan telah menjadi topik yang sangat menarik dari para ahli sejarah dan filsafat
sejak masa dahulu. Sejak saat itu para ahli telah menawarkan 350 definisi tentang kepemimpinan. Salah seorang ahli menyimpulkan bahwa “Kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah di observasi tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami” (Richard L. Daft,1999).
Mendefinisikan kepemimpinan merupakan suatu masalah yang kompleks dan sulit, karena sifat dasar kepemimpinan itu sendiri memang sangat kompleks. Akan  tetapi, perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan objektif.
Arti penting kepemimpinan adalah k sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.


Tipologi Kepemimpinan

1. Tipe Kepemimpinan Otoriter, artinya sangat memaksakan, sangat mendesak kekuasaannya kepada bawahan.
Ciri-cirinya :
Tidak mau menerima saran dari bawahan.
Tertutup.
Kekuasaan mutlak di tangan pemimpin.
Kurang mendorong semangat kerja bawahan.
Ada rasa bangga bila bawahannya takut.
Hubungan dengan bawahan kurang serasi.

2. Tipe Kepemimpinan Demokratis, artinya bersikap tengah antara memaksakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan.
Pendapatnya terfokus pada hasil musyawarah.
Selalu menerima kritik bawahan.
Tanggap terhadap situasi.
Komunikatif terhadap bawahan.
Tidak bersikap menggurui.
Terbuka.
Mendorong bawahan untuk mencapai hasil yang baik.
Mau mendelegasikan tugas kepada bawahan.

3. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire, yaitu sikap membebaskan bawahan.
Pemimpin bersikap pasif.
Tidak tegas.
Semua tugas diberikan kepada bawahan.
Pelakasanaan pekerjaan tidak terkendali.
Kurang punya rasa bertanggung jawab.
Kurang berwibawa.

4. Tipe Militeristis.
Yang dimaksud dari seorang  pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer.
Ciri-cirinya :
Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan.
Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya.
Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan.
Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku  dari bawahan.
Sukar menerima kritikan dari bawahannya.
Menggemari upacara-upacara  untuk berbagai keadaan.

5. Tipe Paternalistis.
Ciri-cirinya :
Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
Bersikap terlalu melindungi (overly protective).
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan.
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif.
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
Sering bersikap maha tahu.

6. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

Faktor faktor yang mempengaruhi keefektivitas kepemimpinan
1. Persyaratan tugas.
2. Kultur dan kebijaksanaan organisasi.
3. Kepribadian, pengalaman masa lampau dan harapan pemimpin.
4. Harapan dan perilaku atasan.
5. Karakteristik, pengharapan dan perilaku bawahan.
6. Harapan serta perilaku rekan kerja.


Implikasi Manajerial Kepemimpinan Dalam Organisasi
1. Kecerdasan.
2. Kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas.
3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi.
4. Sikap-sikap hubungan manusiawi.

DAFTAR PUSTAKA
Ayub Muhammad. 1996. Manajemen: Gema Insani
Ruky Achmad. 2002. Sukses Sebagai Manajer Tanpa Gelar MM atau MBA: Gramedia
Nogi Hessel. 2005. Manajemen Publik: Grasindo
ebookbrowsee.net/20090526-2-gaya-dan-tipologi-kepemimpinan-doc-d21994716
Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.

Tuesday, March 11, 2014

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Salah satu keunikan manusia adalah kemampuannya menggunakan bahasa. Dengan kemampuannya itu manusia mengembangkan diri dan dunia sosialnya. Bukan hanya bahasa verbal yang dipergunakan manusia, melainkan juga bahasa nonverbal seperti isyarat, mimik wajah atau gerak tubuh. Manusia berkomunikasi dengan manusia lain dengan menggunakan kemampuan menyampaikan gagasan, pikiran dan perasaan secara verbal dan nonverbal.
Kemampuan berkomunikasi ini pulalah yang dipandang membedakan manusia dengan makhluk lain di bumi ini. Binatang  memang berkomunikasi dengan sesamanya, namun komunikasinya lebih bersifat instiktif. Sedangkan manusia berkomunikasi tidak hanya secara instiktif tetapi juga menggunakan kemampuan berpikir logis dan emosionalnya. Kita bisa menangis saat membaca novel yang mengharukan dan kita bisa tersenyum saat kita membaca anekdot.Itu semua menunjukkan bagaimana manusia berkomunikasi dengan sesamanya dengan menggunakan potensi kemanusiaannya.
Murdock dan Scutt (2003) menunjukkan bahwa manusia berkomunikasi untuk :
1.Menginformasikan;
2.Menginstruksikan;
3.Memberi motivasi;
4.Membujuk;
5.Mendorong/menggerakkan;
6.Bernegosiasi;
7.Memahami pandangan dan gagasan orang lain;
8.Menyimak karena ingin belajar sesuatu;
9.Mencari, menerima dan memberi konseling, informasi, saran, keputusan dan sebagainya.

 PENGERTIAN DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI
Pelbagai definisi komunikasi yang dikutip berikut ini menampilkan “kekuatan kata komunikasi” untuk menjelaskan keberadaan manusia melalui komunikasi :
1.Komunikasi adalah respon “diskriminatif” dari organisme terhadap stimulus. (Stevens, 1950)
2.Komunikasi merupakan proses yang menggambarkan bagaimana seseorang memberikan stimulasi pada makna pesan verbal dan nonverbal ke dalam pikiran orang lain. (McCroskey, 1998)
3.Komunikasi adalah interaksi untuk menopang koneksi antarmanusia sehingga dapat menolong mereka memahami satu sama lain bagi pengakuan terhadap kepentingan bersama. (Zareksky, 1999)
4.Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu yang mengandung arti yang dilakukan oleh penyampai pesan ditujukan kepada penerima pesan. (Edward Depari, Komunikasi Dalam Organisasi)
5.Komunikasi adalah proses dimana seorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan  pesan. (James A.F Stoner, Manajemen)
6.Komunikasi merupakan proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka. (John R.Schemerhorn, Managing Organizational Behaviour)
7.Komunikasi merupakan center of interest yang ada dalam suatu situasi manusia yang memungkinkan suatu sumber secara sadar mengalihkan pesan kepada penerima dengan tujuan mempengaruhi perilaky tertentu. (Miller, 1996)

Jadi, dapat dikatakan bahwa arti penting komunikasi adalah sebagai sarana atau alat untuk menciptakan jalinan pengertian yang sama dan serasi serta menimbulkan dasar tindakan serta dasar terbentuknya kerjasama.


 JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai berbagai macam jenis yang semuanya bergantung pada segi kita memandangnya, yaitu sebagai berikut :
1.Dari segi penyampaian pesannya, komunikasi dapat dilakukan secara lisan dan secara tulis, atau secara elektronik melalui radio, televisi, internet, dan sebagainya.
2.Dari segi kemasan pesan, komunikasi dapat dilakukan secara verbal atau dengan nonverbal.
3.Dari segi kemasan keresmian pelaku komunikasi, saluran komunikasi yang digunakan, dan bentuk kemasan pesan, komunikasi dapat dikategorikan sebagai bentuk komunikasi formal dan informal.
4.Dari segi pasangan komunikasi, komunikasi dapat dilihat sebagai :
a.Komunikasi intrapersonal (intra personal communication), yaitu proses komunikasi dalam diri komunikator; pengirim dan pesannya adalah dirinya sendiri. (Manusia sebagai makhluk rohani)
b.Komunikasi interpersonal (inter personal communication), yaitu interaksi tatap muka antara dua orang atau lebih. Pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, sedangkan penerima pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula. (Manusia sebagai makhluk sosial).

Secara garis besar, komunikasi dapat dibagi menjadi komunikasi verbal dan nonverbal.
1.Komunikasi Verbal: diwakili dalam penyebutan kata-kata yang pengungkapannya dapat dengan lisan atau tertulis.
2.Komunikasi Nonverbal: disampaikan dengan menggunakan isyarat (gestures), gerak-gerik (movement), suatu barang, waktu, cara berpakaian.

o Proses Komunikasi
Komunikator, sebelum mengirimkan pesannya, terlebih dahulu mengemasnya dalam bentuk yang dianggap sesuai dan dapat diterima serta dimengerti oleh komunikan. Pengemasan pesan ini disebut sebagai encoding. Encoding secara harfiah berarti memasukkan dalam kode. Dengan encoding itu komunikator memasukkan atau mengungkapkan perasaannya ke dalam kode atau lambang dalam bentuk kata-kata atau nonkata, misalnya raut wajah atau gerak-gerik tubuh. Setelah pesan sampai kepada komunikan, apabila ada feedback, komunikan akan bertindak sebagai komunikator, yaitu memasukkan code yang disebut decoding untuk disampaikan kembali kepada komunikator.
Proses komunikasi mempunyai dua model yaitu model linier dan model sirkuler, sebagai berikut :
1.Model Linier
Model ini hanya terdiri atas dua garis lurus, yaitu proses komunikasi yang berawal dari komunikator dan berakhir pada komunikan.
Contoh : Formula Laswell
Formula ini dikenal dengan rumusan cara untuk menggambarkan dengan tepat sebuah tindak komunikasi, yaitu dengan menjawab pertanyaan berikut :
a.Who;
b.Says what;
c.In which channel;
d.To whom;
e.With what effect.

2.Model Sirkuler
Ditandai dengan adanya unsur feedback. Dengan demikian, proses komunikasi tidak berawal dari satu titik dan berakhir pada titik yang lain. Jadi, proses komunikasi sirkuler itu berbalik satu lingkaran penuh.


 KOMUNIKASI EFEKTIF
Secara etimologis, kata efektif sering diartikan sebagai mencapai sasaran yang diinginkan, berdampak menyenangkan, bersifat aktual dan nyata. Dengan demikian, komunikasi yang efektif dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikan atau receiver sesuai dengan pesan yang dikirim oleh sender atau komunikator, kemudian receiver atau komunikan memberikan respons yang positif sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi, komunikasi efektif terjadi apabila terdapat aliran inforrmasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspons sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tesebut.

o Aspek-aspek Komunikasi yang Efektif
a.Kejelasan (clarity) : bahasa ataupun informasi yang disampaikan harus jelas.
b.Ketepatan (accuracy) : bahasa dan informasi yang disampaikan harus betul-betul akurat alias tepat.
c.Konteks (contex) : bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan tempat komunikasi itu terjadi.
d.Alur (flow) : keruntutan alur bahasa dan informasi sangat berarti dalam menjalin komunikasi yang efektif.
e.Budaya (culture) : aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi, tetapi juga tata krama atau etika.

o Strategi Membangun Komunikasi yang Efektif
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan suatu komunikasi yang efektif :
a.Ketahui mitra bicara (audience).
b.Ketahui tujuan pembicaraan.
c.Perhatikan konteks.
d.Pelajari kultur.
e.Pahami bahasa.


 IMPLIKASI MANAJERIAL
Implikasi manajerial dalam proses komunikasi adalah terjadinya komunikasi efektif antar karyawan baik komunikasi secara vertikal maupun horizontal dimana komunikasi yang efektif akan membuahkan hasil yang baik dalam rangka memajukan perusahaan.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
2. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.


DAFTAR PUSTAKA

Alo Liliweri, Drs., M.S. 2011. Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta : Kencana.
Yosal Iriantara, Drs., dan Usep Syaripudin, M.Ed. 2013. Komunikasi Pendidikan. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Sri Nawangsari, SE. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta : Gunadarma
Kadar Nurjaman, SE., M.M., dan Khaerul Umam, S.I.P., M.Ag., M.Si. 2012. Komunikasi & Public Relation. Bandung : Pustaka Setia.

Thursday, January 23, 2014

Pemimpin Dalam Keluarga

BAB I
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
            Metode pembelajaran yang kita ketahui dulu adalah metode pembelajaran yang berorientasi kepada pengajar (guru) yang menyebabkan peran guru sangatlah penting dan berpengaruh. Namun sekarang metode pembelajaran sudah berubah menjadi berorientasi kepada murid (siswa) sehingga peran seorang guru pun bergeser, dari seorang pengajar menjadi mediator. Tetapi bukan berarti peran guru menjadi tidak penting, bahkan menjadi semakin diperlukan. Peran guru kini adalah memacu murid-murid untuk semakin rajin belajar bukan hanya satu arah tetapi dua arah. Menjadi lebih aktif dan tidak pasif seperti dulu.
            Guru juga kini berperan sebagai motivator bagi murid-muridnya. Diharapkan guru dapat memberikan metode belajar yang dapat memotivasi murid menjadi semakin rajin, karena jika seorang guru hanya berperan sebagai seorang pengajar dan hanya mentransfer ilmu saja maka akan terasa sia-sia tanpa adanya motivasi yang muncul dari dalam diri anak tersebut.Disinilah guru berperan, memunculkan dan menumbuhkan motivasi dalam diri tiap muridnya.
            Tindakan yang nyata dan dirasa perlu adalah merubah metode mengajar dari seorang guru agar dapat mengubah metode belajar dari tiap murid-muridnya. Karena metode pembelajaran yang melibatkan murid menjadi lebih aktif dianggap lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kemampuan murid dalam kemandirian dan keberanian berbicara di depan umum.
            Proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, agar memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Proses pembelajaran akan optimal jika didukung dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.


1.2          Rumusan Masalah
Dari latar berlakang yang telah saya uraikan, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut;
1.      Apakah yang dimaksud dengan strategi?
2.      Apakah yang dimaksud dengan motivasi?
3.      Bagaimana Strategi Efektif Untuk Memotivasi Siswa?
4.      Bagaimana strategi mengajar yang menarik dan menyenangkan?
5.      Bagaimanakah metode mengajar yang dapat memotivasi anak?

1.3        Tujuan Penulisan
Tujuan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai strategi mengajar yang memotivasi anak dalam menempuh pendidikan dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (Soft Skill).


BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Strategi ialah upaya untuk melakukan sesuatu dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu dengan sangat matang agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan atau dicapai, biasanya dalam jangka panjang. Strategi pembelajaran adalah suatu upaya dalam pembelajaran yang dilakukan guru dan murid agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Maka strategi pembelajaran dengan motivasi adalah suatu upaya dalam pembelajaran yang disertai dengan motivasi yang diberikan oleh sang guru kepada muridnya.
       Sedangkan motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan. Itulah yang diharapkan dapat diberikan dari seorang guru kepada anak murid yang diajarnya.
       Motivasi dapat berupa motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobinya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
       Ada beberapa pendekatan yang perlu dilakukan, seperti :
1.       Pendekatan Individual
Masing-masing anak didik mempunyai karakteristik tersendiri. Perbedaan anak didik tersebut memberikan wawasan pada guru bahwa strategi pengajaran harus memperhatikan perbedaan anak didik. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran, pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini, pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan pendekatan individual ini, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakuan pendekatan ini terhadap anak didik dikelasnya.

2.       Pendekatan Kelompok
Pendekatan kelompok juga diperlukan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik karena anak didik adalah merupakan makhluk yang mempunyai kecenderungan untuk hidup bersama. Dengan pendekatan kelompok diharapkan dapat ditumbuhkembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik, mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang bada dalam diri mereka sehingga terbina sikap kesetiakawanan di kelas. Namun, guru juga harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai, dan bahan yang akan diberikan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok.

3.       Pendekatan Bervariasi
Setiap masalah yang dihadapi oleh anak didik tidak selalu sama maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi, contohnya anak didik yang tidak disiplin dan anak didik yang suka bicara akan berbeda pemecahannya  dan menghendaki pendekatan yang berbeda-beda pula.

4.       Pendekatan Edukatif
Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendekatan edukatif. Setiap tindakan, sikap, dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hokum, norma sosial dan norma agama.


5.       Pendekatan Komunikatif
Digunakan dalam pengajaran bahasa yang mengarahkan pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Siswa dibimbing unutk dapat menggunakan bahasa bukan sekedar mengetahui tentang bahasa, tetapi bertujuan membentuk kompetensi yakni kemampuan menggunakan bahasa dalam berbagai konteks komunikasi.

6.       Pendekatan Konsep
Pendekatan konsep ini digunakan agar pemahaman siswa lebih bermakna tidak berlepas-lepas sehingga bertahan dari ingatannya dan siswa benar-benar memahami suatu konsep, ia akan menerapkan pada situasi baru.

7.       Pendekatan Pemecahan Masalah
Merupakan suatu proses yang mengharuskan siswa unutk menemukan suatu generalisasi dari konsep-konsep yang sudah dipelajari, kemudian menerapkannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

8.       Pendekatan Lingkungan
Dalam menggunakan pendekatan ini harus diperhatikan bahwa materi pelajaran hendaknya mempunyai hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih konkrit, mudah dipahami dan mengetahui manfaatnya. Pengajaran disesuaikan dengan keadaan lingkungan ini mencakup semua benda dan keadaan-keadaan yang mempengaruhi siswa.

9.       Pendekatan Proses
Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan dalam proses belajar mengajar yang menekankan pada proses belajar mengajar yang mnekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran , nalar dan perbuatan secara efisien dan effektif untuk mencapai suatu hasil tertentu termasuk kreatifitas.

2.2    Strategi Efektif Untuk Memotivasi Siswa
            Mampu memotivasi siswa untuk belajar dan membuat belajar lebih menarik dan menyenangkan memang menjadi tantangan yang dihadapi para guru sehari-hari. Jika siswa tidak termotivasi belajar dan tidak mampu menciptakan pembelajaran yang menarik maka besar kemungkinan mereka tidak akan terlibat dalam pelajaran. Lalu, jika mereka tidak terlibat dalam pelajaran akan menyebabkan bermacam masalah dalam manajemen kelas. Karenanya penting bagi guru untuk dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Berikut adalah lima strategi efektif untuk memotivasi siswa belajar dan membuat belajar lebih menarik serta menyenangkan :
1. Gunakan pertanyaan untuk berpikir kritis
Hal yang baik dari metode ini adalah mereka (siswa) tidak selalu memiliki jawaban benar atau salah sehingga mereka diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. Ini lebih baik jika dibandingkan dengan siswa hanya diberitahu untuk menghafal fakta.

2. Gunakan musik untuk mengajar
Musik merupakan salah satu alat pembelajaran paling sederhana dan merupakan cara yang bagus untuk memicu minat siswa.
3. Gunakan video atau multimedia
Video adalah salah satu alat pengajaran paling sering disalahpahami dan disalahgunakan. Padahal, jika digunakan dengan benar, video dapat menjadi alat yang hebat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Kuncinya adalah dengan menggunakan klip singkat dari film dan dokumenter dalam awal pelajaran, bukan di akhir pelajaran. Banyak film-film Hollywood atau film Nasional yang baik diterapkan dalam metode ini. Guru juga dapat menggunakan internet untuk mendownload klip singkat dari film-film dokumenter tentang hal apapun untuk setiap tingkat kelas.
4. Hubungkan apa yang siswa pelajari dengan yang sedang terjadi di dunia nyata
Pada beberapa mata pelajaran, cara ini jelas lebih mudah dilakukan dari yang lain. Siswa perlu mengetahui “mengapa” mereka belajar sesuatu. Dengan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata akan membuat pembelajaran akan lebih bermakna. Siswa akan lebih tertarik dan akan menyimpan apa yang dipelajarinya dalam jangka waktu yang lama.
5. Hubungkan yang dipelajari siswa dengan hal-hal yang penting bagi mereka
Trik di sini adalah untuk mengetahui pribadi siswa dan belajar tentang hal-hal yang menjadi kegemaran mereka. Meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dapat sangat menantang, tapi ini merupakan elemen penting dalam tahap menjadi seorang guru yang efektif. Sebagai tambahan, guru juga akan menemukan dirinya menikmati proses mengajar, karena jauh lebih mudah dibandingkan ketika guru merasa terpaksa dalam menjalankannya.
            Strategi adalah suatu rangkaian tindakan untuk mencapai sasaran yang diharapkan. Untuk menuju ke pola pembelajaran yang dapat memotivasi siswa, perlu adanya perubahan sasaran yang harus dikembangkan. Perubahan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.    Perubahan Pola Pembelajaran
Untuk mengubah pola pembelajaran tentu memerlukan perubahan sikap dari guru dalam menentukan sasaran pembelajaran. Perubahan yang harus dilakukan adalah perubahan:
a.     Sasaran menghafal menjadi berpikir kritis dilanjutkan meneliti, kemungkinan dengan penjelasan yang rasional
b.    Kegiatan meringkas, mengulas menjadi mengidentifikasi, merumuskan diteruskan dengan bertanya, menilai, berargumentasi dan berhipotesa
c.     Bertanya dengan kata apa, siapa, mengapa, dimana menjadi bagaimana, bagaimana kalau.. ? Apakah sah dan penting ?
d.    Tujuannya benar menurut fakta menjadi mendapat gagasan asli dari siswa dan memperbaiki yang lama
e.     Pendekatan belajar mengulang menjadi menganalisa dan mencoba hal-hal baru

2. Mengembangkan Unsur-Unsur Yang Mampu Memotivasi
  Para Pendidik ahli menawarkan ide-ide bagaimana membangun strategi memotivasi siswa lebih dari 200 ide yang disajikan dalam buku “ A Recource Guide for Secondary School Teaching “ terlampir. Ide-ide tersebut perlu kita kaji lebih lanjut, apakah ide-ide itu di sekolah kita dapat dilaksanakan seluruhnya, sebagian atau perlu modifikasi. Dengan mengkaji ide-ide strategi motivasi dari sumber tersebut di atas, dapat diketahui ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran agar menumbuhkan motivasi siswa .Berikut adalah unsure-unsur yang mampu membangun motivasi anak:
a.     Media Pembelajaran
            Media adalah benda, baik yang berupa perangkat keras atau lunak yang menjadi perantara terjadinya proses belajar. Media yang dipergunakan bisa berbentuk alat peraga atau sarana. Alat peraga mengandung ciri –ciri konsep yang dipelajari. Fungsinya untuk menurunkan keabtrakan konsep agar siswa mampu menangkap arti dari konsep tersebut. Alat peraga bisa dibuat guru/ siswa atau pabrik. Sarana adalah media pembelajaran yang berfungsi agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik. Sarana yang dipergunakan dapat berupa perangkat keras atau perangkat lunak.
b.    Materi Pembelajaran
Materi yang akan diberikan dipersiapkan dengan matang dengan memperhatikan kondisi siswa. Materi yang akan dibelajarkan meliputi isi/ materi ( konten), hubungan dengan bidang/ilmu lain (konteks) dan proses ( transformasi isi/materi ).
c.     Strategi dan metode Pembelajaran
Strategi dan metode pembelajaran juga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Strategi dan metode yang dapat memotivasi siswa adalah strategi dan metode yang melibatkan siswa belajar sambil mengerjakan ( Learning by doing).
d.    Sikap Guru        
Guru yang tidak mau repot, puas hanya dengan sasaran belajar pada tingkat rendah ( sisi kiri dari pola pembelajaran di atas). Diharapkan Guru mulai mencoba mengubah sikap dengan mengarahkan sasaran pembelajarannya pada tingkat menegah atau tingkat tinggi.

3.     Mendesain  Pembelajaran
            Diharapkan setiap pembelajaran, siswa selalu termotivasi. Untuk menciptakan pembelajaran yang dimaksud perlu pola yang menggambarkan pembelajaran tersebut. Berikut salah satu pola pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi siswa. Pola ini disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran oleh para guru, mencakup sebelum, proses dan sesudah kegiatan pembelajaran.
Bagi guru ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, diantaranya:
a.     Menjelaskan tujuan belajar mengajar kepeserta didik
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu menjelaskan kepada siswa kepada tujuan instruksi khusus yang akan dicapai. Semakin jelas tujuan maka semakin besar pula motivasi dalam belajar.
b.    Hadiah
Dengan memberi hadiah kepada siswa yang berprestasi, maka akan memacu semangat mereka untuk belajar lebih giat. Dan siswa yang kurang berprestasi pastinya ia akan berusaha agar ia bisa berprestasi seperti temannya.
c.     Kompetensi
Guru mengadakan kompetensi diantara siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Dengan demikian antara siswa satu dengan yang lain akan ada suatu kompetensi secara sehat, masing- masing akan berusaha membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi siswa yang berprestasi.
d.    Pujian
Tidak semua pujian akan membangkitkan atau memotivasi siswa. Namun sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian agar terus termotivasi dalam belajar.
e.    Hukuman
Guru dapat memberikan hukuman. Dengan adanya hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar berlangsung. Hukuman ini diberikan dengan harapan siswa dapat merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
Bagi orang tua memberi motivasi pada anak dapat dilakukan dengan cara:
f.      Memberi rasa nyaman
Anak dapat belajar dengan baik apabila ia merasa nyaman dengan lingkungannya. Rasa nyaman bukan hanya karena ruangan yang sejuk atau indah. Tetapi rasa nyaman yang ia peroleh ketika ia di dalam keluarga. Bdengan demikian anak akan termotivasi untuk berlajar.
g.     Beri Kebebasan
Anak akan lebih senang jika ia belajar sesuai dengan kehendaknya (tanpa suruhan atau paksaan). Jadi, biarkan anak untuk berbuat sesuai apa yang ia kehendaki asal tidak melampaui batas.
Dengan cara seperti itu, kitra dapat memberikan suatu pelajaran tanpa harus menyuruh anak belajar. Dengan sendirinya, berarti ia telah belajar mandiri.
h.    Beri Perhatian
Kita tahu anak akan senang jika diberi perhatian. Perhatian yang dimaksudkan bukanlah suatu perhatian yang berlebihan. Tetapi perhatian yang dimaksud adalah kita dapat menanyakan anak tentang aktivitas kesehariannya. Misalnya akltivitas saat ia di sekolah. Dengan demikian anak akan berusaha menceritakan aktivitas yang telah ia lalui. Secara tidak langsung, itu akan membuat anak belajar mengingat. Dilain sisi anak akan merasa senang, karena orang tuanmya perhatian pada dirnya.

2.3    Strategi Membangun Motivasi Dalam Proses Pembelajaran
1. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham ke arah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa tentang tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka.
2. Membangkitkan minat siswa
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh sebab itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar, dengan cara hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa (berkaitan dengan life skill).
3. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
Siswa hanya mungkin dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari rasa takut.
4. Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa
Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Memberikan pujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan.
5. Berikan penilaian
Bagi sebagian Peserta didik nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya.
6. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.
Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
7. Ciptakan persaingan dan kerja sama
Guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antarindividu. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik.


BAB III
PENUTUP

3.1      Kesimpulan
Setelah memaparkan berbagai penjelasan mengenai strategi mengajar dengan memotivasi maka kita dapat melihat bahwa banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan dalam belajar. Dengan Strategi dan metode belajar yang baik dan mudah di pahami, anak didik akan menjadi termotivasi untuk lebih giat dan lebih tekun untuk belajar, supaya apa yang dia cita – citakan dapat tercapai. dan dengan strategi dan metode yang baik, anak didik bisa dengan mudah mendapatkan ilmu dan memahami ilmu yang sudah ia terima.


DAFTAR PUSTAKA

http://gooooocir.blogspot.com/2012/09/contoh-metoda-blajar.html
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/karakteristik.gaya.belajar.anak/001/007/1093/3
http://irfadfaiq.blogspot.com/2012/04/karakteristik-belajar-anak.html
http://tirman.wordpress.com/motivasi-dalam-pembelajaran/

Thursday, January 9, 2014

Wewenang, Kekuasaan, Teknik-Teknik Pengambilan Keputusan

Kekuasaan adalah kemampuan  untuk menggunakan  pengaruh  pada  orang  lain, artinya kemampuan  untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian. Kekuasaan tidak sama dengan wewenang. Wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.
Perbedaan ada pada kata hak dan kemampuan. Dalam wewenang kita dapat menggunakan hak kita untuk memerintah dan mengatur orang lain sedangkan dalam kekuasaan kita memang memiliki kemampuan untuk mengatur atau memerintah orang lain.

Teknik-teknik Pengambilan Keputusan:
·       Teknik Kreatif
a.    Brainstorming
Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
b.    Synectics
Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok

·       Teknik Partisipatif
Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

·       Teknik Modern
a.    Teknik Delphi
Teknik atau proses Delphi, pertama kali dikembangkan oleh N. C.Dalkey, Helmer, dan rekan pada tahun 1950an dan 1960an dalamRand Corporation, yang pada saat sekarang terkenal sebagai suatu teknik untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang mengandung risiko dan ketidakpastian, misal forecasting jangka panjang. Teknik Delphi termasuk ke dalam teknik pengambilan keputusan modern yang merangsang kreativitas dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan gagasan orang lain untuk mencapai Konsensus dalam pengambilan keputusan kelompok. Teknik ini juga merupakan salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan stratejik.
Teknik Delphi yang didasarkan pada sebuah proses ter-struktur untuk mengumpulkan dan  membawa pengetahuan dari sekelompok ahli dengan cara serangkaian kuesioner maupun yang dikontrol dengan pendapat umpan balik (Adler dan Ziglio, 1996). Menurut Helmer  (1977) Delphi merupakan perangkat komunikasi yang berguna di antara sekelompok ahli sehingga memudahkan pembentukan kelompok itu.
Teknik Delphi merupakan latihan dalam kelompok komunikasi antara panel secara geografis ahli (Adler dan Ziglio, 1996) yang memungkinkan para ahli teknik sistematis untuk menangani masalah kompleks dengan suatu tugas. Inti dari teknik ini cukup mudah, yaitu terdiri dari serangkaian kuesioner dikirim baik lewat mail atau melalui sistem komputerisasi, untuk pra-ahli yang dipilih grup. Kuesioner ini dirancang untuk mendapat tanggapan dan pengembangan individu sebagai cara untuk menimbulkan masalah yang nantinya akan diperbaiki oleh pra-ahli.
Partisipan untuk teknik Delphi tidak saling kenal satu sama lain. Biasanya secara fisik berjauhan dan tidak saling bertemu. Semua komunikasi antar partisipan dengan cara kuesioner dan umpan balik dari pemantau seorang Staf.

b.    Teknik Kelompok Nominal
Teknik kelompok nominal (selanjutnya dipakai singkatan TKN) adalah salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan yang lebih jarang dipakai dibanding dengan teknik sumbang saran. Teknik ini dikembangkan oleh Dellbecq dan Van de Ven pada tahun 1968 (Delbecq, et all., 1975), dimaksudkan sebagai suatu cara untuk mengumpulkan pandangan dan penilaian perorangan dalam suasana ketidakpastian dan ketidaksepakatan mengenai inti persoalan suatu masalah, lalu mencari jalan penyelesaian yang terbaik.
Teknik kelompok nominal adalah proses terstruktur ini mengharuskan anggota kelompok menulis gagasan/ide secara perseorangan, kemudian melaporkannya kepada kelompok (Departemen dalam Negeri). Teknik mengurangi adanya penyesuaian sementara memaksimalkan partisipasi. Bentuk pembuatan keputusan ini adalah proses mengulangi pernyataan yang meminimisir penyesuaian (conformity) dan menggerakkan peserta untuk mengambil keputusan yang dapat mereka dukung.

http://aditiodoank.wordpress.com/2012/03/24/perbedaan-kekuasaan-dan-wewenang/
http://aditiodoank.wordpress.com/2012/03/24/perbedaan-kekuasaan-dan-wewenang/
http://skyknowledge.wordpress.com/2012/04/10/teknik-pengambilan-keputusan/