Thursday, October 9, 2014

Tugas Bahasa Indonesia (Penalaran Karangan)

10. Paragraf analisis ekspositoris yang disusun dengan deduksi ilmiah :

Kelenjar getah bening yaitu sebuah jaringan memiliki bentuk oval di dalam tubuh yang bertindak sebagai penghasil dan penyaring cairan yang disebut sebagai getah bening yang bertugas dalam mengeluarkan sel-sel yang telah mati dan yang paling utama yaitu sebagai alat pertahanan terhadap infeksi. Kelenjar getah bening dapat mengalami gangguan dan fungsinya akan mengalami masalah bila ada penyakit masuk kedalam jaringan kelenjar getah bening dan dapat berubah menjadi kanker. Kanker adalah sekelompok penyakit yang terjadi ketika sel-sel tubuh yang tidak normal tumbuh dan menyebar dengan cepat.    Kanker kelenjar getah bening sering disebut dengan istilah limfoma. Limfoma atau Kanker kelenjar getah bening ini ialah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Kanker kelenjar getah bening ini dapat menyerang kepada siapa saja. Anak kecil saja dapat beresiko terkena kanker kelenjar getah bening. Kanker kelenjar getah bening biasanya menyerang di bagian leher, sumsum tulang, hati, perut, namun jarang sekali di bagian otak. Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker ganas yang berkaitan dengan sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh dan bertugas dalam membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker. Cairan limfatik sendiri adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Gejala awal yang dapat dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selangkangan) atau di seluruh tubuh. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri.
       Kanker Kelenjar Getah Bening dibagi menjadi 2 yang diantaranya adalah:
1. Hodgkin's adalah jenis Kanker Kelenjar Getah Bening yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa tanpa disertai rasa sakit. Jenis Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat. Resiko terkena kanker getah bening jenis Hodgkin's, adalah:
Pria dan wanita berusia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun, manusia yang mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi antibodi normal. Adapun Gejala kanker getah bening jenis Hodgkin's, adalah :
· Terjadi pembengkakan menyeluruh pada system kelenjar getah bening di Leher, ketiak, dan lipat paha (namun tidak terasa nyeri).
· Mengalami demam, berkeringat pada malam hari, nafsu makan berkurang sehingga berat badan menurun.
· Beberapa kaus menyerang dada sehingga menyebabkan gangguan pernafasan.
· Setelah berkembang, sel-sel abnormal kanker Hodgkin's akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal dalam tubuh pasien.
2. Non-Hodgkin adalah jenis kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya, dengan gejala sebagai berikut :
· Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.
· Terjadi pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya sehingga terlihat menjadi kemerahan.
· Limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, cepat lelah, dan berat badan menurun. Kanker kelenjar getah bening Non-Hodgkin lebih sering terjadi pada pria terutama berusia di atas 50 tahun, dan semakin tua usia seseorang akan semakin tinggi resiko terkena limfoma.
Jenis limfoma yang paling umum diketemukan adalah Limfoma Non-Hodgkin (LNH). LNH merupakan keganasan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel kelenjar getah bening secara tidak terkontrol. LNH dibedakan lagi menjadi tipe LNH indolen (low grade) yang berkembang secara perlahan dan LNH agresif (high grade) yang berkembang lebih cepat. Klasifikasi LNH ini membantu dokter untuk menentukan terapi yang tepat. Limfoma agresif sangat sensitif terhadap terapi sehingga memiliki potensi yang lebih besar untuk disembuhkan. Limfoma Non-Hodgkin dapat disembuhkan, jadi semakin cepat berobat, semakin besar peluang untuk sembuh.
Gejala kelenjar getah bening secara umum yaitu :
·         Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
·         Pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak
·         Pembengkakan kelenjar getah bening pada pangkal paha
Gejala kanker kelenjar getah bening :
·         Dapat timbul benjolan yang kenyal
·         Tidak terasa nyeri
·         Mudah digerakkan
·         Tidak ada tanda-tanda radang
·         Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan
·         Sering keringat malam
·         Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius.
Kadang pembesaran kelenjar getah bening di tonsil (amandel) menyebabkan gangguan menelan. Pembesaran kelenjar getah bening jauh di dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ dan menyebabkan :
·         Gangguan pernafasan
·         Berkurangnya nafsu makan
·         Sembelit berat
·         Nyeri perut
·         Pembengkakan tungkai.
Jika limfoma menyebar ke dalam darah bisa terjadi leukemia. Limfoma dan leukemia memiliki banyak kemiripan. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang, saluran pencernaan dan kulit.
Pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang; bukan pembesaran kelenjar getah bening.  Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anemia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan :
·         Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas
·         Penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
·         Penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan
Berikut ini merupakan penyebab kanker kelenjar getah bening :
·         Faktor keturunan
·         System kekebalan tubuh yang lemah
·         Toksin lingkungan atau makanan yang bayak mengadung herbisida serta pengawet makanan dan juga pewarna kimia
·         Kurangnya berolahraga
·         Minum-minuman yang mengandung alkohol
·         Kurang minum air putih
·         Merokok, serta gaya hidup yang kurang sehat.

Beberapa penyebab yang lainnya adalah :
§  Infeksi => Mekanisme pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi adalah dengan cara peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) dengan cara multiplikasi sebagai respons atas adanya zat asing ke dalam tubuh (antigen).
§  Virus => Reaksi pertahanan terhadap infeksi yang umum diakibatkan oleh virus biasanya berupa demam yang menyertai pembengkakan kelenjar getah beningnya.
§  Peradangan => Mekanisme peradangan terjadi selama infeksi kelenjar getah bening oleh zat-zat asing. Peradangan merupakan suatu bentuk sel darah putih yang mati oleh zat asing.
§  Kanker => Mekanisme penyusupan sel-sel kanker pada kelenjar getah bening juga sering menyebabkan pembengkakan. Bahkan, kelenjar getah bening yang bengkak bisa menjadi keras dan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di tempat-tempat yang lain.
§  Kanker darah => Kanker darah mungkin tidak terlihat seperti kanker biasa yang membuat kelenjar getah bening bengkak. Akan tetapi, pada kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening sangat banyak dan tidak terkontrol. Keadaan ini kita sebut sebagai limfoma atau leukemia.
Pengobatan limfoma atau kanker kelenjar getah bening bisa dilakukan dengan kemoterapi. Obat kemoterapi disuntikkan ke dalam pembuluh darah di tangan atau berupa pil yang harus ditelan. Pengobatan ini diberikan pada interval yang diatur untuk membunuh sel-sel kanker dan memungkinkan tubuh untuk pulih. Obat-obat kemoterapi akan beredar ke seluruh tubuh sehingga mencapai sel-sel kanker bahkan ketika sel-sel kanker tersebut menyebar. Terapi radiasi juga bisa dilakukan untuk Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening. Pengobatan ini terlokalisasi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel-sel limfoma baik itu di kelenjar getah bening di leher, dada dan di bawah kedua ketiak. Terapi ini juga dapat dikombinasikan dengan kemoterapi atau dilakukan sendiri. Tahap Kanker Kelenjar Getah Bening, apakah itu tumbuh lambat atau agresif menentukan jenis terapi yang diberikan untuk pengobatannya.


9. Paragraf dengan penalaran sebab-akibat, kesimpulan induktif, kesimpulan berupa perkiraan atau ramalan : 

    Malas pangkal bodoh. Mereka yang malas belajar tentu tidak akan bertambah ilmunya. Pelajar yang malas biasanya akan mendapatkan nilai yanh tidak baik. Rasa malas juga dapat membuat seseorang kehilangan sosialisasinya. Padahal ilmu pengetahuan dan lingkungan sosial adalah salah satu kunci utama untuk dapat memperoleh pekerjaan dan melangsungkan kehidupan. Karena kehilangan sarana pendukung kredibilitas dalam memperoleh pekerjaan, kemiskinan pun semakin meningkat.


8. Paragraf deduktif dengan kesimpulan inferensi, dengan pola : pendapat - analisis - dukungan/pembuktian fakta 1 - dukungan/pembuktian fakta 2 - kesimpulan inferensi :

Anak yang terlalu dimanjakan oleh orang tua akan tumbuh menjadi anak yang egois. Sifat itu tumbuh dan berkembang dalam karakter pribadi sang anak tanpa dia sadari. Perasaan yang muncul pada si anak dalah kepuasan dan kebahagian karena orangtuanya mau memenuhi keinginannya. Dimulai dari hal yang kecil seperti ketika anak menangis karena tidak ingin tidur dan orangtua malah mengijinkan untuk bermain.
Dalam hal ini anak tidak dapat disalahkan. Tentu kita tahu bahwa pada usia emaslah karakter anak terbentuk. Sehingga patut diketahui pada masa itulah orang tua harus mampu menunjukkan dengan cara yang tidak diktator tentang apa yang benar dan apa yang salah pada si anak. Memenuhi keinginan anak tidak selalu berarti menunjukkan kasih sayang. Ada kalanya malah menjerumuskan sang anak. Ketika dia meminta, orangtua memberikan, anak akan terbiasa dengan pola tersebut. Maka kelak ketika orangtua tidak memenuhi permintaan nya, maka akan timbul suatu perasaan yang berbeda atau penolakan dalam hati sang anak.
Hal tersebut biasanya timbul karena kasih sayang yang ditunjukkan dengan cara yang salah. Biasanya orangtua yang kerap memanjakan anaknya adalah orangtua yang tidak memiliki waktu yang cukup bersama sang anak. Sehingga ingin menunjukkan bahwa mereka benar benar menyayangi anaknya.
Memang tidak semua anak yang dimanjakan oleh orangtua tumbuh menjadi anak yang egois. Tetapi sebagian besar dapat dipastikan egois. Mereka terbiasa dengan keadaan yang selalu membahagiakan mereka, orangtua yang selalu memenuhi hasrat dan keinginannya, sehingga sang anak kurang bisa menerima keadaan yang sebaliknya. Karena itu sebaiknya sebagai orangtua yang selalu menginginkan yang trrbaik untuk anaknya, janganlah memanjakan sang anak berlebihan. Berikan proporsi yang tepat. Anak dengan karakter egois akan lahir dari orangtua yang terlalu memanjakan sang anak.


7. Paragraf induktif dengan kesimpulan implikasi, dengan pola : pernyataan maksud - deskripsi masalah - tujuan - cara mencapai tujuan - dukungan/kekuatan - kelemahan - alternatif - kesimpulan implikasi : 

Banyak warga warga Jakarta yang mengeluhkan tentang macet yang tiada hentinya. Tidak bisa disalahkan memang melihat panjangnya kemacetan yang harus dihadapi oleh warga setiap harinya. Tiada hari tanpa macet. Tidak sedikit juga upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan penanggulan atas macet, tetapi kemacetan ternyata belum mencapai kemajuan yang signifikan.
Segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi macet tentu akan sia sia jika tidak dibarengi dengan kesadaran oleh pelaku pelaku kemacetan itu sendiri. Hendaknya warga juga turut bekerjasama untuk bisa mengatasi macet.
Kesadaran warga bisa ditunjukkan dengan hal hal yang kelihatannya sepele, seperti saling menghargai antara pengendara umum dan pribadi, mematuhi peraturan lalu lintas dan akan lebih baik lagi jika mereka yang berkecukupan mau menyampingkan ego untuk tidak mengoperasikan beberapa mobil sekaligus dengan tidak efektif dan efisien demi kepentingan bersama. Jika setiap orang memiliki kesadaran maka kemacetan dapat diatasi.


6. 
    * Jika tekad sudah bulat, Indonesia pasti dapat memajukan industri mobil dalam negeri. Hampir semua hal dapat kita capai jika dilakukan debgan sungguh sungguh dan tekad yang bulat, begitu pun Indonesia. Industri mobil Indonesia memang sudah cukup tertinggal namun bukan berarti Indonesia pasrah dan berdiam diri saja dengan mengimport mobil dari luar. Indonesia memiliki banyak sumber daya yang berbakat, hanya saja mungkin belum difasilitasi sebagaimana sehatusnya. Dengan begitu maraknya industri mobil dari berbagai negara, Indonesia bisa belajar bagaimana melihat kondisi dan permintaan pasar. Dibutuhkan inovasi yang kreatif juga agar industri mobil tidak sepi. Dan selain itu tentu saja dukungan dari warga Indonedia sendiri. Ketika Indonesia mulai menghidupkan kembali industri mobilnya, hendaknya warga juga termotivasi untuk menggunakan produksi dari industri dalam negeri.

    ** Setiap orang berakhlak pasti antikorupsi. Hal itu disebabkan kata akhlak memiliki pengertian yang sangat luas. Seseorang dikatakan berakhlak jika dia tahu mana perbuatan yang baik dan yang buruk, memiliki kesadaran yang tinggi dalam melakukan perbuatannya dengan tekad yang kuat di dalam hati. Orang yang bermoral belum tentu berakhlak, tetapi orang yang berakhlak pasti  bermoral tinggi.  Mereka tahu persis bahwa itu adalah perbuatan buruk dan apa yang akan mereka dapatkan sebagai ganjaran ketika mereka melakukan perbuatan tersebut. Di dalam membentengi diri dari maraknya korupsi seseorang tidak cukup hanya menjadi seorang yang baik hati, bijaksana, atau bahkan memiliki kemampuan inteligensi yang tinggi tetapi dibutuhkan adalah seseorang yang berakhlak. Seseorang yang punya kesadaran dan motivasi yang kuat yang berasal dari dalam diri sendiri.


5. Paragraf induktif diakhiri dengan kalimat proposisi positif universal :

     Ketergantungan karena teknologi sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Setiap orang tidak terlepas dari kebutuhan akan teknologi terutama telepon genggam. Kini telepon genggam juga semakin bervariasi dengan harga mulai dari yang merakyat hingga yang melangit. Kita harus bersyukur atas penemuan teknologi yang luar biasa ini. Namun sisi negatif yang ditimbulkannya juga cukup banyak dan meresahkan. Seperti akses internet yang sangat mudah sekarang yang bisa diakses dengan cepat oleh siapa saja. Apapun itu, kita harus bisa mengendalikan diri dan melakukan pengawasan atas kemajuan teknolgi yang satu ini. Karena memang kini tidak mungkin melepaskan diri dari teknologi, hanya saja kita harus bisa memilah yang mana yang benar dan yang salah. Semua orang membutuhkan teknologi.


4. Paragraf tersebut merupakan :

1.     Proposisi : Empirik
2.    Penalaran : Induktif
3.    Pembuktian : Karena diawali dengan penyajian fakta yang bersifat khusus dan diakhiri dengan simpulan umum yang berupa fakta yang berlaku umum.
4.    Hasil Pembahasan : Terletak di nomor (10)
5.    Jenis kesimpulan : Implikasi


3. Jenis proposisi kalimat :

1.     Proposisi empirik.
2.    Proposisi mutlak.
3.    Proposisi empirik.
4.    Proposisi mutlak.
5.    Proposisi positif universal.
6.    Proposisi hipotetik.
7.    Proposisi kategoris.
8.    Proposisi negatif parsial.
9.    Proposisi positif parsial.
10. Proposisi negatif universal.


2. Unsur-unsur yang membentuk sebuah penalaran : 

1.     Topik.
2.    Dasar pemikiran.
3.    Proses berpikir ilmiah.
4.    Logika.
5.    Sistematika.
6.    Permasalahn.
7.    Variabel.
8.    Analisis (pembahasan, penguraian).
9.    Pembuktian (argumentasi).
10. Hasil.
11.  Kesimpulan.


1. Pengertian penalaran karangan ada beberapa, yaitu :

1.     Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
2.    Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
3.    Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
4.    Dalam karangan terdiri dua variabel atau lebih.

Monday, June 30, 2014

Bekerjasama Dalam Team (Kelompok) Atau Teamwork

1. Pengertian dan Karakteristik Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi.

Sifat atau Karakteristik Kelompok
Suatu kelompok adalah sejumlah orang yang saling berhubungan antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.

Karakteristik Kelompok
1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik   secara verbalmaupun non verbal.
2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu     sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

2. Tahapan Pembentukan Kelompok
Ada lima tahap pembentukan kelompok, yaitu :
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

3. Kekuatan Teamwork
Teamwork bisa diartikan kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Segala kekurangan dan kelebihan para individu dapat saling menunjang dalam pencapaian sasaran dengan rasa tanggung jawab. Keselarasan dan kesinambungan yang diharapkan oleh setiap anggota dalam pemberian sepenuhnya dari apa yang dimiliki, dari pemikiran-pemikiran yang positif dan saran-saran yang masuk akal.
Dalam mewujudkan komitmen harus semua pihak berlapang dada dalam menjalankan secara bersama tanpa saling mengalahkan. Kebersamaan akan mempercepat timbulnya teamwork.

4. Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada prosesmanagement team.


DAFTAR PUSTAKA

S. Ruky. Achmad. 2002. Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nasrul. Effendy, Drs. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.
NN. Psikologi. Erlangga
ikma10fkmua.files.wordpress.com/2013/05/pop-kel-4-team-work.docx
http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-karakteristik-kelompok.html

Thursday, May 15, 2014

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


1.     Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan
Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.
Para pakar manajemen telah banyak mengemukakan pendapatnya tentang definisi pengambilan keputusan dalam konteks manajemen. Robins (1997:236) berpendapat bahwa “decision making is which on choses between two or more alternatif”. Berdasarkan pendapat diatas, dapat dipahami bahwa hakikat pengambilan keputusan ialah memilih dua alternatif atau lebih untuk melakukan suatu tindakan tertentu baik secara pribadi maupun kelompok.
            Suatu putusan ialah proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan alternatif yang mungkin (Sutisna, 1985:149). Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah.

Dasar–Dasar Pengambilan Keputusan
            Ada beberapa dasar pengambilan keputusan menurut George R. Terry, yaitu sebagai berikut :
1.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi.
Suatu proses bawah sadar atau tidak sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi.
2.      Pengambilan Keputusan Rasional.
Keputusan yg dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, kon-sisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.
3.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta.
Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dpt menerima keputusan-keputusan yang dapat dibuat dengan rela dan lapang dada.
4.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman.
Pengalaman seseorang dapat mempekirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.  Karena pengalaman, seseorang yang menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat sepintas saja mungkin sudah dapat menduga cara penyelesaiannya.
5.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang.
Biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya.


2.     Jenis-Jenis Keputusan Organisasi
Ada beberapa jenis keputusan organisasi, yaitu :
Ø  Programmed Decision
Masalah          : Banyak, berulang, rutin. Kepastian adanya hubungan sebab – akibat.
Prosedur        : Tergantung pada kebijakan, aturan dan prosedur yang jelas.
Contoh :
·         Perusahaan : Pemesanan persediaan periodik.
·         Universitas : Kenaikan angka kredit jabatan.
·         Pemerintah Rumah Sakit : Prosedur pendaftaran pasien, sistem gaji untuk promosi karyawan.

Ø  Nonprogrammed Decision
Masalah : Baru, tidak terstruktur, ketidakpastian adanya hubungan sebab-akibat.
Prosedur : Butuh kreativitas, intuisi, toleransi,  pemecahan masalah secara kreatif.
Contoh :
·         Perusahaan : Diversifikasi produk & pasar baru.
·         Universitas : Pembangunan fasilitas kelas baru.
·      Pemerintah Rumah Sakit : Pembelian alat laboartorium, reorganisasi pada pemerintahan daerah.

Tipe keputusan lain ada dua tipe, yaitu :
1.      Atas dorongan pencapaian tujuan.
2.      Atas tarikan dari tuntutan lingkungan.


3.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Ada beberapa faktor :
·         Keadaan internal organisasi.
a. Dana yg tersedia.
b. Keadaan sumberdaya manusia.
c. Kemampuan karyawan.
d. Kelengkapan dari perlatan organisasi.
e. Struktur organisasi.
·    Keadaan eksternal organisasi, meliputi keadaan ekonomi, sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, dan sebagainya.
·       Tersedianya informasi yang diperlukan.
·  Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan, meliputi penilaiannya, kebutuhannya, intelegensinya, keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya.


4.     Implikasi Manajerial
Tindakan pengambil keputusan dalam menangani suatu masalah sesuai dengan prosedur yang ada untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, setiap elemen SDM dalam suatu organisasi atau perusahaan sangat penting untuk bertangguang jawab dengan pekerjaan masing-masing agar mencapai tujuan bersama. Banyak faktor dalam pengambilan keputusan yaitu sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapai saat itu. Namun, pengambilan keputusan harus tetap memikirkan kebaikan bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Syafaruddin. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. Jakarta.
ayutifanikartika.files.wordpress.com/.../10-proses-pengambilan-keputusan.pptx
http://imansoenhadji.files.wordpress.com/2010/09/handout-tpk-iman.pdf
http://eprints.undip.ac.id/5787/1/Pengambilan_Keputusan_-_AYUN_SRIATMI.pdf
Syamsi, Ibnu. Pengambilan Keputusan (Decision Making). Jakarta : Bina Aksara. 1989

Wednesday, April 16, 2014

KEPEMIMPINAN


Arti Penting Kepemimpinan
Kepemimpinan telah menjadi topik yang sangat menarik dari para ahli sejarah dan filsafat
sejak masa dahulu. Sejak saat itu para ahli telah menawarkan 350 definisi tentang kepemimpinan. Salah seorang ahli menyimpulkan bahwa “Kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah di observasi tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami” (Richard L. Daft,1999).
Mendefinisikan kepemimpinan merupakan suatu masalah yang kompleks dan sulit, karena sifat dasar kepemimpinan itu sendiri memang sangat kompleks. Akan  tetapi, perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan objektif.
Arti penting kepemimpinan adalah k sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.


Tipologi Kepemimpinan

1. Tipe Kepemimpinan Otoriter, artinya sangat memaksakan, sangat mendesak kekuasaannya kepada bawahan.
Ciri-cirinya :
Tidak mau menerima saran dari bawahan.
Tertutup.
Kekuasaan mutlak di tangan pemimpin.
Kurang mendorong semangat kerja bawahan.
Ada rasa bangga bila bawahannya takut.
Hubungan dengan bawahan kurang serasi.

2. Tipe Kepemimpinan Demokratis, artinya bersikap tengah antara memaksakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan.
Pendapatnya terfokus pada hasil musyawarah.
Selalu menerima kritik bawahan.
Tanggap terhadap situasi.
Komunikatif terhadap bawahan.
Tidak bersikap menggurui.
Terbuka.
Mendorong bawahan untuk mencapai hasil yang baik.
Mau mendelegasikan tugas kepada bawahan.

3. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire, yaitu sikap membebaskan bawahan.
Pemimpin bersikap pasif.
Tidak tegas.
Semua tugas diberikan kepada bawahan.
Pelakasanaan pekerjaan tidak terkendali.
Kurang punya rasa bertanggung jawab.
Kurang berwibawa.

4. Tipe Militeristis.
Yang dimaksud dari seorang  pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer.
Ciri-cirinya :
Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan.
Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya.
Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan.
Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku  dari bawahan.
Sukar menerima kritikan dari bawahannya.
Menggemari upacara-upacara  untuk berbagai keadaan.

5. Tipe Paternalistis.
Ciri-cirinya :
Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
Bersikap terlalu melindungi (overly protective).
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan.
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif.
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
Sering bersikap maha tahu.

6. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

Faktor faktor yang mempengaruhi keefektivitas kepemimpinan
1. Persyaratan tugas.
2. Kultur dan kebijaksanaan organisasi.
3. Kepribadian, pengalaman masa lampau dan harapan pemimpin.
4. Harapan dan perilaku atasan.
5. Karakteristik, pengharapan dan perilaku bawahan.
6. Harapan serta perilaku rekan kerja.


Implikasi Manajerial Kepemimpinan Dalam Organisasi
1. Kecerdasan.
2. Kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas.
3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi.
4. Sikap-sikap hubungan manusiawi.

DAFTAR PUSTAKA
Ayub Muhammad. 1996. Manajemen: Gema Insani
Ruky Achmad. 2002. Sukses Sebagai Manajer Tanpa Gelar MM atau MBA: Gramedia
Nogi Hessel. 2005. Manajemen Publik: Grasindo
ebookbrowsee.net/20090526-2-gaya-dan-tipologi-kepemimpinan-doc-d21994716
Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.